Untuk melahirkan Indonesia, butuh sebuah perjuangan yang amat sangat panjang. Dahulu, beratus tahun sebelum kita memijakkan kaki di tanah ini, ada sebuah bangsa yang menjelajahi Indonesia. Bangsa dari nun jauh disana, Bangsa Eropa. Banyak ‘kenangan’ yang mereka tinggalkan disini. Kenangan tersebut meninggalkan dampak tersendiri terhadap Indonesia. Apakah gerangan dampak tersebut? Simak berikut ini.

Pertama, VOC. Kongsi dagang milik negara Paman Sam ini mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia secara habis habisan. Bagaimana tidak, VOC yang hanya merupakan sebuah kongsi dagang  saja memiliki beberapa aturan ketat, yang membuat para masyarakat Indonesia harus sebegitu patuhnya terhadap VOC. Dampaknya, rakyat lebih fokus menanam tanaman kualitas ekspor, dibandingkan menggarap ladang atau sawah untuk tanaman lokal. Selain itu, rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja ekstra keras melebihi waktu yang ditentukan. Jatah tanah untuk tanaman ekspor pun melebihi seperlima dari seluruh lahan yang digarap. Yang lebih menyedihkan, apabila terdapat kelebihan hasil panan, tidak dikembalikan ke petani. Kegagalan panen pun menjadi tanggung jawab rakyat. Tapi ada dampak positifnya juga kok. Indonesia jadi lebih tau cara menanam berbagai jenis tanaman baru dan mengenal tanaman dengan kualitas ekspor.

Kedua adalah masa Perancis. Perancis berada di bawah kepemimpinan Herman Williams Daendels atau sering kita sebut Daendels. Di masa Daendels inilah, kita mengenal ‘Kerja Rodi’. Rakyat Indonesia dipaksa untuk membangun jalan oleh si gagah Daendels ini. Betapa berat tugas mereka dahulu ya? Namun karena dialah kini kita punya jalan jalan seperti Jalan Pantura, dan jalan Raya Pos di Bandung. Kalau tidak ada yang “memaksa” untuk membuat jalan jalan tersebut, pasti kita tak akan menemukan jalan jalan tersebut sekarang kan?

Selanjutnya, kita lanjut ke masa penjajahan Inggris. Inggris menguasai Indonesia dibawah pimpinan Thomas Stamford Raffles. Dia ini yang mengenalkan kita kepada sistem sewa tanah (Landrente). Rakyat atau para petani harus membayar pajak sebagai uang sewa, karena semua tanah dianggap milik negara. Memang terdengar memberatkan, namun terdapat banyak dampak positif yang kita dapatkan. Dampak positifnya terhadap Indonesia adalah terbentuknya susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris, Stamford menulis buku yang berjudul History of Java, menemukan bunga Rafflesia-arnoldii, dan merintis adanya Kebun Raya Bogor.

Terakhir adalah masa pemerintahan Van Den Bosch. Dampak positif yang kita dapatkan darinya adalah rakyat Indonesia mengenal teknik penanaman berbagai jenis tanaman baru dan tanaman dagang yang berpotensi ekspor. Namun ada juga dampak negatifnya, yaitu rakyat Indonesia mengalami kemiskinan dan penderitaan fisik maupun mental yang berkepanjangan, pertanian, khususnya padi, banyak mengalami gagal panen, kelaparan dan kematian banyak terjadi dimana-mana akibat gagal panen dan pemungutan pajak tambahan berupa beras, Indonesia mengalami penurunan jumlah penduduk dan sistem tanam paksa sangat memeras rakyat Indonesia.

Nah, itulah dampak dampak yang Indonesia dapatkan dari penjajahan bangsa Eropa. Oh iya, dari judul artikel ini, terdapat kata ‘Inlander’. Apakah itu? Inlander adalah sebutan para penjajah Eropa terhadap rakyat Indonesia, yang berarti “yang tidak punya rumah”, padahal Rakyat Indonesia lah yang menetap di Indonesia! Mereka dateng ke rumah orang, ngaku ngaku rumah sendiri, nyebut sang tuan rumah ‘Inlander’. Apa mereka ngga ngaca ya, sebenernya kan, mereka yang Inlander! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s